Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Minggu, 11 Maret 2012

liburan part III

setelah sekitar 6hari mama menjalani rawat inap,tepat dihari kasih sayang mama meminta pulang karena merasa sudah tidak betah dan sudah enakan badanya. dokter mengijinkan untuk pulang akhirnya. Alhamdulillah mama kembali kerumah lagi berada ditengah-tengah keluarga. melihat badanya yang kurus sangat sedih rasanya.dulu mama badanya berisi dan sehat sekarang harus ringkih dan kurus, meskipun tidak terlalu signifikan terlihat kurus.
beberapa hari dirumah,mama terlihat mulai segar,mulai beraktifitas memasak dan membereskan rumah meskipun tidak berat.
sampai akhirnya hari jumat setelah kepulangan mama dari rumah sakit,beliau sudah ke sekolah untuk mendaftarkan adik saya yang paling kecil masuk smp,karena pendaftaran terakhir. kami berkeliling,naik angkot dan alhamdulillah mama semangat. sampai akhirnya hari sabtu pagi kondisi mama kembali drop. badanya lemas dan pingsan. kami bingung harus berbuat apa,akhirnya eyang membelikan obat herbal untuk mama yang Alhamdulillah membantu. kondisi mama kembali pulih.

kasihan mama harus setiap kali mengalami hal seperti itu..
sampai akhirnya, rumah sementara kami "dibersihkan" oleh salah seorang teman om saya yang memiliki "kelebihan" tersebut.
setelah dibersihkan dan meminum obat itu mama lebih jarang pingsan. hanya saja pada saat mama tertular flu dan batuk dari saya, kondisi mama menurun. mama mengalami demam. pagi-pagi mama sempat tidak sadarkan diri,sampai akhirnya eyang putri kerumah,dan mama kembali sadar.

sedih..
karena saat saya harus kembali ke semarang untuk melanjutkan kuliah, mama masih belum fit kondisi nya. namun eyang, dan papa meyakinkan saya bahwa mama tidak apa-apa. ada papa,eyang, dan adik-adik yang akan menjaga mama. meskipun mama sakit karena pancaroba,tetap saja ada sedikit trauma saya terhadap kondisi mama yang tidak stabil.
cepet sembuh yah ma,jangan sakit lagi...

:)

liburan part II

setelah hasil pemeriksaan semuanya selesai,maka kami semua masih menunggu di UGD sampai ada hasil analisis dokter. dari jam 8 pagi sampai jam 5 pagi besoknya baru mendapat kepastian mama harus menjalani rawat inap.
sebelumnya,mama diberikan obat dari dokter syaraf yang efeknya dilihat 4-6 jam setelah meminum obat yang diberikan. karena mama memang orangnya tidak sabaran, dan tidak ingin dirawat,maka mama mengeluh untuk pulang. apabila reaksinya kejang,maka mama harus dirawat,apabila tidak ada reaksi apa-apa maka mama diperbolehkan pulang. alhamdulillah mama tidak menunjukan reaksi apa-apa, hanya saja dokter bagian penyakit dalam meminta mama untuk rawat inap karena gula darahnya yang tinggi. sebenernya ada beberapa hal yang membuat gula darah mama menjadi tinggi,tapi saya kurang mengerti apa sebabnya,hanya mama yang tau dan agak rumit menjelaskanya.

pukul 5 pagi saya dan papa harus kembali kerumah karena adik-adik saya harus kesekolah untuk menyiapkan sarapanya. mama akhirnya ditunggu bersama eyang kakung dan eyang putri sambil menunggu mendapatkan ruangan. saya pulang juga untuk membayar uang kuliah yang memang berencana akan membayar,dan kemudian kembali kerumah sakit untuk menunggu mama.
siangnya setelah saya tidur sebentar dari kelelahan seharian tidak tidur,saya mandi dan langsung bersiap-siap ke bank untuk membayar uang kuliah dan melanjutkan kerumah sakit. sesampai dirumah sakit mama sedang tidur,rupanya eyang putri dan kakung sedang pulang,untuk istirahat dan bergantian menunggu mama. sedih rasanya ngeliat mama sakit. tidak pernah sebelumnya mama menjadi ringkih seperti itu.
tak lama berselang,selesai solat jumat papa kembali ke kamar, lalu saya,mama dan papa berbincang-bincang penuh canda.melihat kondisi mama yang sudah membaik sedikit lega dibanding kemarin yang tak berdaya.
sore harinya,adik saya dan eyang kakung,eyang putri kembali kerumah sakit. ternyata eyang kakung dan eyang putri membawa perlengkapan untuk menginap. kenapa bukan papa? karena kondisi papa saat itu juga tidak memungkinkan,sedang batuk yang cukup parah,takutnya dengan lingkungan rumah sakit akan menambah penyakitnya.

mama meminta saya untuk menginap. sebenarnya tanpa mama meminta pun saya ingin sekali menemani mama kapan pun dan dimana pun,rasanya ingin tahu perkembangan kondisi mama. Alhamdulillah kondisi mama semakin membaik,bahkan terlihat sangat baik dan sehat,hanya saja ada jarum infus yang menempel pada lenganya.hehhee
keluarga,saudara jauh dekat semua berkunjung kerumah sakit satu persatu. mereka berkata juga demikian.mama tidak seperti layaknya orang sakit. badanya sangat segar,lebih segar ketika berada dirumah.
bermalam dirumah sakit pun memiliki pengalaman yang berbeda dan juga mengesankan. bersama eyang uti dan kakung tidurnya,terkadang tidur bersama mama dikasur pasien. ketika dokter dateng saya bergegas pindah karena takut dimarahi. menanyakan kondisi kepada tiap suster yang memeriksa tekanan darah,dan kadar gula darahnya. ke laboratorium untuk mengantar hasil ambil darah. hingga malam-malam menjelajah sepanjang pedagang kaki 5 bersama eyang kakung untuk mencari makan.
perlu diketahui bahwa eyang kakung saya berusia 64 tahun tapi badanya masih tegap dan masih kuat untuk berjalan jauh sekalipun. itu sebabnya saya senang sekali selama berada dirumah sakit bisa jalan-jalan bersama beliau.

liburan part I

haah rasanya masih berat banget ninggalin yang namanya "liburan". entah knapa bagi saya liburan tiap semester itu selalu ada yang baru. mulai dari yang sedih,sebel,marah,sampe ketawa bahagia.
emang beberapa semester ini semenjak kepindahan dirumah sementara kami yang tak jauh dari rumah sebelumnya terdapat hal-hal yang berwarna. awalnya yaitu semenjak mama jadi suka sakit-sakitan tetapi sakit yang tidak lazim. terbukti setelah menjalani beberapa tes pemeriksaan ditemukan kondisi mama yang cukup sehat dan stabil,kecuali gula darahnya yang memang tinggi karena keturunan.
pada awal idul fitri kemarin,mama sempat menjalani perawatan di rumah sakit didaerah padang karena kondisinya yang memang tiba-tiba drop bahkan hilang kesadaran. semenjak kejadian itu, mama pun jadi lebih sering pingsan kalau tiba-tiba pusing. padahal sebelumnya tidak pernah. khawatir ada sesuatu di kepala nya,maka papa menginginkan mama untuk di CT-scan, tapi mama ga mau dengan alasan lama.
sekarang kondisi itu kembali terulang. awalnya mama mengalami sesak,kemudian kehilangan kesadaranya,lalu sadar tapi tidak menggubris omongan orang. seperti kosong pandanganya. papa mulai khawatir dan menghubungi eyang yang kebetulan rumahnya tidak jauh. sama hal nya ketika pertama kali kejadian di padang.
akhirnya eyang merujuk mama untuk dibawa ke seorang "pak haji" begitulah eyang memanggilnya. yaa bisa dibilang tradisional,tetapi memang bisa "melihat" yang tidak terlihat oleh orang awam.
memang benar,katanya dirumah kami sementara itu ada yang menjahili akibat orang yang dahulunya pernah menghuni rumah tersebut sakit hati dengan pemilik rumah tersebut. entah apa permasalasahanya saya dan keluarga tidak tahu. ketika pulang dan ditanyakan ke tetangga kami di depan rumah,apa yang dibicarakan oleh pak haji tersebut benar. percaya tidak percaya.
malam harinya mama setiap tidur selalu bangun dengan kaget. seperti halnya kita tidur pulas,lalu berasa kesandung atau naik wahana yang membuat kita kaget. dan sampai pagi akhirnya mama merasa benar-benar lemas ga bisa ngapa-ngapain.
akhirnya papa memutuskan untuk membawa mama ke sebuah rumah sakit. masuklah mama di UGD salah satu rumah sakit. mama segera mendapatkan pertolongan pertama untuk kembali menyadarkan dirinya. sebenrnya mama dalam keadaan sadar,akan tetapi badanya lemas tak berdaya.
sampai malam akhirnya kita menunggu pemeriksaan yang dilakukan secara "maraton"oleh tim dokter.
hasilnya setelah di CT-scan,cek jantung dan segala organ tubuh yang lain ALHAMDULILLAH mama sehat-sehat saja. detak jantungnya normal,paru-paru nya sehat,ginjalnya baik,dan seluruh organya bekerja dengan baik. hanya saja ada peyempitan/penyumbatan aliran darah ke otak,sehingga kadang kadar oksigen yang masuk ke otak tidak cukup dan itulah yang membuatnya sering pingsan. selain gula darah yang tinggi alhamdulillah smuanya kondisi mama baik dan stabil.